LANGSA – Mahasiswa Program Studi Kimia Universitas Samudra (Unsam) terus bergerak maju dalam menggali potensi medis kuliner tradisional Aceh. Saat ini, tim peneliti muda tersebut resmi memulai pelanjutan tahapan krusial dalam uji aktivitas antiinflamasi (anti-peradangan) dari ekstrak etanol produk tepung Ie Bu Peudah. Bahan pangan fungsional kaya rempah ini didatangkan langsung dari sentra produksinya di Gampong Baro, Idi Cut, Aceh Timur. Seluruh rangkaian riset ilmiah ini dilaksanakan secara intensif di Gedung UPA Laboratorium Terpadu, khususnya pada Laboratorium Kimia Universitas Samudra. Pengujian lanjutan tersebut difungsikan untuk membuktikan secara empiris khasiat pengobatan yang terkandung di dalam formulasi tradisional tersebut, yang secara turun-temurun dipercaya masyarakat mampu meredakan peradangan dan menjaga stamina. Pada pelanjutan tahapan terbaru yang didokumentasikan di laboratorium, mahasiswa peneliti terpantau sedang melakukan prosedur pembuatan larutan Tris-Buffered Saline (TBS). Larutan buffer TBS ini memegang peran krusial sebagai media penstabil pH yang mutlak diperlukan untuk menjaga kondisi lingkungan sampel selama uji aktivitas biologis antiinflamasi berlangsung agar hasilnya akurat. Melalui optimalisasi pengujian laboratorium ini, diharapkan tepung Ie Bu Peudah asal Gampong Baro tidak sekadar menjadi warisan kuliner musiman. Riset ini diproyeksikan mampu membuka jalan bagi standarisasi produk berbasis kearifan lokal menjadi agen fitofarmaka atau suplemen kesehatan modern yang teruji secara ilmiah di masa depan.