Riset Solusi Air Bersih, Mahasiswa Kimia Unsam Uji Biochar Tempurung Kelapa dan Arang Kayu di Lab Terpadu

LANGSA – Mahasiswa Program Studi Kimia Universitas Samudra (Unsam) terus mengintensifkan tahapan penelitian berbasis lingkungan di Gedung UPA Laboratorium Terpadu, Kota Langsa. Riset kali ini difokuskan pada aplikasi biochar sebagai media adsorpsi inovatif untuk menguji dan meningkatkan kualitas air sumur di wilayah Kabupaten Aceh Tamiang. Pengujian Dua Jenis Karbon AktifPenelitian yang berlangsung di Laboratorium Kimia ini memanfaatkan dua jenis material karbon lokal, yaitu tempurung kelapa yang teraktivasi dan arang kayu yang teraktivasi. Kedua bahan ini dipilih karena memiliki efektivitas tinggi dalam menyerap zat pencemar, memperbaiki warna, serta menghilangkan bau pada air sumur. Proses aktivasi dilakukan guna memperluas pori-pori adsorben agar daya serap terhadap polutan cairan menjadi lebih optimal. Tahapan Laboratorium yang Intensif Menggunakan jas laboratorium lengkap, mahasiswa kimia melakukan serangkaian prosedur pengujian parameter kualitas air pasca-kontak dengan biochar. Menggunakan peralatan pemanas hotplate stirrer dan instrumen laboratorium modern, mahasiswi tersebut memproses larutan sampel untuk mengukur perubahan parameter kimia air. Tahapan filtrasi dan pemisahan dilakukan secara cermat demi memastikan tingkat kemurnian dan validitas data yang diperoleh.
Solusi untuk Air Sumur Aceh Tamiang
Riset aplikasi biochar ini diharapkan mampu memberikan solusi aplikatif, murah, dan ramah lingkungan bagi masyarakat Aceh Tamiang yang masih bergantung pada air sumur. UPA Laboratorium Terpadu Universitas Samudra berkomitmen penuh menyediakan fasilitas standar tinggi guna mendukung kelancaran riset mahasiswanya demi menghadirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Scroll to Top