
UPA Laboratorium Terpadu Universitas Samudra melalui Laboratorium Agroteknologi memfasilitasi penyediaan alat dan bahan untuk kegiatan praktikum lapangan mata kuliah Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Samudra.
Praktikum lapangan dilaksanakan di area sekitar lapangan tenis Universitas Samudra. Lokasi tersebut digunakan sebagai objek pengamatan untuk membantu mahasiswa mengenali karakteristik tanah secara langsung. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memahami teori di dalam kelas, tetapi juga mempraktikkan teknik pengambilan sampel, pengamatan warna, pengukuran tingkat keasaman, serta identifikasi kondisi tanah di lapangan.
Mata kuliah Dasar-Dasar Ilmu Tanah diampu oleh Ir. Rosmaiti, M.P., Risna Maya Sari, S.P., M.Agr., Anna Bella, M.Ling., serta tim dosen pengampu lainnya. Para dosen memberikan arahan mengenai prosedur penggunaan alat, tahapan pengamatan tanah, pencatatan data, dan interpretasi hasil praktikum.
Laboratorium Agroteknologi menyediakan sejumlah alat dan bahan yang dibutuhkan mahasiswa. Fasilitas tersebut meliputi bor tanah, buku warna tanah Munsell, akuades, kaca pembesar, hidrogen peroksida atau H₂O₂, pot sampel, bagan warna daun, indikator pH, kertas lakmus, alat pH tancap, box container, dan larutan KCl.
Bor tanah digunakan untuk mengambil sampel dari lapisan tanah pada kedalaman tertentu. Buku Munsell membantu mahasiswa menentukan warna tanah secara sistematis. Warna tanah dapat memberikan informasi awal mengenai kandungan bahan organik, tingkat aerasi, kondisi drainase, dan proses pembentukan tanah.
Indikator pH, kertas lakmus, alat pH tancap, akuades, dan larutan KCl digunakan untuk mendukung pengukuran tingkat keasaman tanah. Kaca pembesar membantu mahasiswa mengamati struktur, tekstur, akar, dan partikel tanah secara lebih jelas. H₂O₂ digunakan dalam pengamatan tertentu untuk membantu mengidentifikasi keberadaan bahan organik dalam sampel.
Dalam salah satu dokumentasi kegiatan, mahasiswa terlihat melakukan pengeboran tanah menggunakan bor tanah pada area praktikum. Proses ini menjadi tahap awal dalam pengambilan sampel yang akan diamati dan diuji. Mahasiswa menjalankan kegiatan secara berkelompok agar setiap peserta dapat memahami teknik penggunaan alat dengan benar.
Dokumentasi lainnya memperlihatkan alat ukur pH dan kelembapan yang ditempatkan pada bagian tanah yang telah terbuka. Pengamatan tersebut membantu mahasiswa memperoleh gambaran awal mengenai kondisi kimia dan kadar kelembapan tanah di lokasi praktikum. Data hasil pengukuran kemudian dicatat sebagai bahan analisis dan pembahasan.
Kegiatan ditutup dengan dokumentasi bersama mahasiswa dan dosen di lingkungan Fakultas Pertanian Universitas Samudra. Foto tersebut menunjukkan antusiasme peserta setelah menyelesaikan rangkaian pengamatan lapangan mata kuliah Dasar-Dasar Ilmu Tanah.
Fasilitasi alat dan bahan oleh Laboratorium Agroteknologi merupakan bagian dari dukungan UPA Laboratorium Terpadu Universitas Samudra terhadap pelaksanaan pembelajaran berbasis praktik. Ketersediaan fasilitas laboratorium yang memadai diharapkan dapat meningkatkan keterampilan teknis, ketelitian, kemampuan analisis, dan pemahaman mahasiswa terhadap sifat fisik, kimia, serta kondisi tanah di lapangan.