Praktikum Teknologi Benih: Mahasiswa Agroteknologi Pelajari Tipe Perkecambahan Benih di Laboratorium Agroteknologi

UPA Laboratorium Terpadu Universitas Samudra kembali mendukung pelaksanaan kegiatan praktikum mahasiswa Program Studi Agroteknologi melalui praktikum Mata Kuliah Teknologi Benih dengan judul “Pengenalan Benih dan Tipe Perkecambahan”. Kegiatan ini dilaksanakan di Laboratorium Agroteknologi pada tanggal 20 Mei 2026 dan dibimbing langsung oleh dosen pengampu, Ir. Rahmi Zuhra, M.P.

Praktikum ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai karakteristik fisik benih serta perbedaan tipe perkecambahan yang umum dijumpai pada tanaman, yaitu perkecambahan epigeal dan hipogeal. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu mengenali struktur benih, mengidentifikasi ciri-ciri benih yang baik, serta memahami proses awal pertumbuhan tanaman.

Pada sesi praktikum, mahasiswa melakukan pengamatan langsung terhadap berbagai jenis benih. Dengan menggunakan pinset dan alat bantu lainnya, mahasiswa membedah benih untuk mengamati bagian-bagian penting seperti kulit benih, kotiledon, dan embrio. Selain itu, mahasiswa juga mencatat hasil pengamatan pada lembar kerja praktikum dan menggambarkan bentuk serta struktur benih yang diamati.

Suasana praktikum berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Berdasarkan dokumentasi kegiatan, tampak mahasiswa bekerja secara berkelompok untuk mengamati benih dan media perkecambahan yang telah disiapkan. Dosen pembimbing memberikan penjelasan secara langsung mengenai teknik pengamatan, cara mengidentifikasi tipe perkecambahan, serta diskusi terkait fungsi masing-masing bagian benih. Mahasiswa juga mendokumentasikan hasil pengamatan menggunakan telepon genggam sebagai referensi dalam penyusunan laporan praktikum.

Kegiatan praktikum ini menjadi bagian penting dalam mendukung pemahaman mahasiswa terhadap dasar-dasar teknologi benih, yang merupakan salah satu aspek fundamental dalam budidaya tanaman. Dengan pengalaman praktis di laboratorium, mahasiswa diharapkan memiliki keterampilan yang lebih baik dalam mengevaluasi kualitas benih dan memahami proses perkecambahan secara ilmiah.

Scroll to Top