Mahasiswi Program Studi Akuakultur Universitas Samudra, Rizatunnur, melaksanakan penelitian di Laboratorium Agroteknologi UPA Laboratorium Terpadu Universitas Samudra

Langsa — Mahasiswi Program Studi Akuakultur Universitas Samudra, Rizatunnur, melaksanakan penelitian di Laboratorium Agroteknologi UPA Laboratorium Terpadu Universitas Samudra dengan judul “Identifikasi dan Prevalensi Ektoparasit Ikan Mas Koki (Carassius auratus) pada Penjual Ikan Hias di Kota Langsa”. Penelitian ini dimulai pada 4 Februari 2026 dan diperkirakan akan berlangsung selama kurang lebih satu bulan.

Berdasarkan dokumentasi kegiatan, penelitian diawali dengan pengumpulan dan penanganan sampel ikan mas koki yang diperoleh dari penjual ikan hias di Kota Langsa. Ikan sampel ditempatkan dalam wadah penampungan untuk menjaga kondisi fisiologis ikan tetap stabil sebelum dilakukan proses pemeriksaan.

Tahapan selanjutnya adalah pemeriksaan ektoparasit pada permukaan tubuh, sirip, dan insang ikan. Proses ini dilakukan melalui pengambilan sampel lendir menggunakan pinset dan pipet tetes, kemudian diletakkan pada object glass dan ditutup dengan cover glass untuk selanjutnya diamati menggunakan mikroskop. Selama proses preparasi, cawan petri, nampan, serta dissecting set digunakan untuk mempermudah penanganan dan pembedahan ringan pada sampel ikan. Selain itu, timbangan digital dimanfaatkan untuk menimbang bobot ikan sebagai data pendukung penelitian.

Rangkaian kegiatan penelitian dilaksanakan dengan memanfaatkan fasilitas yang tersedia di Laboratorium Agroteknologi, dan sebagian ada yang dari Laboratorium Biologi UPA Laboratorium Terpadu Universitas Samudra, sebagaimana tergambar dalam dokumentasi pengamatan mikroskopis dan aktivitas preparasi sampel. Hasil pengamatan menunjukkan adanya indikasi keberadaan ektoparasit yang kemudian diidentifikasi lebih lanjut untuk mengetahui jenis dan tingkat prevalensinya.

Melalui penelitian ini, diharapkan diperoleh informasi ilmiah yang akurat mengenai ektoparasit pada ikan mas koki yang diperdagangkan di Kota Langsa. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi referensi dalam upaya peningkatan kesehatan ikan hias serta memperkuat peran Laboratorium Agroteknologi sebagai pusat pendukung penelitian dan pengembangan ilmu akuakultur di Universitas Samudra.

Scroll to Top